liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
BPBD DKI Temukan 21 Lokasi di Jakarta Rawan Longsor, Di Mana Saja?

BPBD DKI Temukan 21 Lokasi di Jakarta Rawan Longsor, Di Mana Saja?

1 minute, 26 seconds Read

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan 21 lokasi di ibu kota rawan longsor pada Februari 2023, meningkat dari 15 lokasi pada bulan sebelumnya, menyusul hujan deras.

Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan potensi longsor tersebar di empat wilayah, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat.

BPBD DKI menjelaskan potensi longsor diperoleh berdasarkan hasil overlay peta zona rawan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), potensi longsor di 21 lokasi di Jakarta berada pada zona sedang hingga tinggi,” ujarnya seperti dikutip Sabtu (4/2).

Lokasi yang rawan longsor berada di Jakarta Barat termasuk di Kecamatan Kembangan. Kemudian di Jakarta Pusat yang merupakan Kecamatan Menteng.

Selanjutnya di Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan dan Tebet.

Sedangkan di Jakarta Timur meliputi kecamatan Cakung, Cipayung, Ciracas, Duren Sawit, Jatinegara, Kramat Jati, Makasar, Matraman, Pasar Rebo dan Pulo Gadung.

Penambahan potensi longsor tersebut jika dibandingkan bulan lalu yang mencapai 15 lokasi yakni Kembangan di Jakarta Barat dan Jakarta Timur di Ciracas, Makasar, Duren Sawit, Jatinegara dan Cipayung.

Di zona tengah, gerakan tanah dapat terjadi jika curah hujan melebihi normal, terutama di daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, tepian, tepian jalan atau jika lereng terganggu. Sedangkan zona tinggi untuk pergerakan tanah lama dapat diaktifkan kembali.

“Kepala Lurah, Ketua Mukim dan masyarakat diimbau untuk selalu mengantisipasi potensi pergerakan tanah saat hujan melebihi batas normal,” kata Isnawa.

Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak musim hujan di DKI Jakarta pada Januari-Februari 2023. Masyarakat diminta mewaspadai bencana hidrometeorologi antara lain hujan lebat, banjir, tanah longsor, dan angin kencang.

Isnawa meminta masyarakat jika menghadapi keadaan darurat yang memerlukan bantuan untuk segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112.

Similar Posts