liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Curhat Megawati Soal Filosofi Hotel hingga Tolak Bandara Bali Utara

Curhat Megawati Soal Filosofi Hotel hingga Tolak Bandara Bali Utara

2 minutes, 52 seconds Read

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengingatkan, investasi di Pulau Bali tidak hanya menguntungkan investor. Menurut Mega, pembangunan yang dilakukan di Bali juga perlu berorientasi pada kepentingan masyarakat setempat.

“Pulau Bali penduduknya sedikit, jadi hanya investor yang mau datang ke sini. Saya ingin orang Bali saya juga jadi pengusaha dan sebagainya,” kata Megawati, dalam rangkaian kegiatan meninjau renovasi Grand Inna Beach di Bali bersama Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir di Bali, Senin (16/1).

Mega menjelaskan, Grand Inna Beach Bali merupakan salah satu peninggalan Presiden Soekarno yang dibangun pada 1963. Menurut Presiden ke-5, saat membangun Grand Inna Beach Bali, Bung Karno menginginkan semua pekerjanya berasal dari Indonesia. Demi pembangunan hotel, kata Mega, Bung Karno mengirimkan mahasiswa Indonesia ke sekolah perhotelan di Swiss agar bisa mengelola Pantai Grand Inna Bali dengan baik.

Mega mengatakan, dalam pembangunan perlu memperhatikan nilai kearifan lokal. Dia mencontohkan, Bung Karno juga pernah berpesan agar Hotel Grand Inna Bali Beach tidak boleh lebih tinggi dari pohon kelapa, hal ini untuk menjaga suasana Bali tetap menyatu dengan alam.

Ia berharap renovasi Grand Inna Beach tidak mengubah struktur bangunan aslinya. Mega juga meminta agar pembangunan harus melestarikan budaya lokal seperti relief-relief yang sarat makna sejarah yang terdapat di hotel tersebut.

Renovasi Pantai Grand Inna Bali sendiri ditargetkan selesai pada akhir Agustus 2023 bersama dengan Health Botanic Garden untuk mendukung KEK di Sanur yang mengintegrasikan sektor kesehatan dengan pariwisata.

Bandara Megawati Tolak Bali Utara

Erick tak hanya mengingatkan pentingnya menjaga filosofi Bali dalam merenovasi Pantai Grand Inna, Megawati juga menyampaikan keberatannya atas pembangunan bandara di kawasan Bali Utara. Menurutnya, pembangunan bandara hanya menguntungkan investor dan melupakan warga sekitar. Megawati menjelaskan, dirinya khawatir pembangunan bandara Bali Utara hanya menguntungkan investor.

“Saya bilang tidak. Saya mewakili rakyat Bali. Jadi kalau berani, biarlah Bali satu-satunya pulau yang ada PDI Perjuangan. Kenapa dibayangkan buang-buang uang terus,” kata Megawati.

Menurut Mega, pembangunan di Bali tidak serta merta harus memperhatikan kepentingan investor. Ia berharap pemerintah tetap memperhatikan kepentingan masyarakat Bali. Ia menitipkan pesan kepada Erick untuk menyampaikan kepada Jokowi sikap tegasnya terkait rencana pengembangan Bandara Bali Utara.

“Disampaikan kepada Pak Jokowi. Kalau ini bisa ditulis harus sumpahi Pak Jokowi, saya marah lagi. Belakangan dikatakan bahwa Ibu Mega menunjukkan kekuatannya. Aduh, orang ini untuk rakyat,” kata Mega lagi.

Lebih lanjut, presiden perempuan pertama Indonesia itu mengatakan, sebelumnya sudah mendengar rencana pembangunan Bandara BaliAir dari Gubernur Bali I Wayan Koster yang merupakan kader PDIP. Saat itu ia sudah menjelaskan pandangannya tentang alasan penolakan rencana pembangunan tersebut.

Saat itu, Mega berdalih menolak karena masih dalam situasi pandemi akibat Covid-19 sehingga dana yang ada bisa dialokasikan untuk kepentingan masyarakat. Dia juga mengatakan telah memberikan masukan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Menurut Mega, daripada membangun bandara baru, lebih baik menggunakan Bandara Ngurah Rai.

“Saya tanya Pak Budi Karya, sebenarnya apa hubungannya Ngurah Rai dengan dibangunnya kembali runway? Coba tanya saya sekarang, kalau ada Buleleng (Bandara Baru di Bali Utara), dengan wabah yang kemarin sampai sekarang, kan? mabuk?? Siapa di dalamnya? disana?,” kata Megawati.

Alasan lain yang menurut Mega harus dipikirkan adalah masalah kepadatan pengunjung. Menurutnya, Bali akan kehilangan keunikannya dengan suasana sepi jika banjir manusia semakin terbuka.

“Puan Mega geram. Ya, itu orang yang mau ditolong atau maaf, orang kaya? Banyak orang Bali yang bijak tahu,” kata Megawati.

Dia juga mengatakan bahwa dia telah memikirkan alternatif. Misalnya yang mau ke Bali bisa turun di Banyuwangi atau di Surabaya. Menurut Mega, alternatif ini justru bisa berdampak ganda bagi perkembangan kawasan sekitar Bali.

Similar Posts