liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Di Acara Partai Bulan Bintang, Jokowi Dukung Yusril Jadi Presiden

Di Acara Partai Bulan Bintang, Jokowi Dukung Yusril Jadi Presiden

2 minutes, 20 seconds Read

Presiden Joko Widodo menyatakan dukungannya kepada Ketua Partai Bulan Sabit Ihza Mahendra jika ia maju menjadi presiden atau calon presiden pada Pilpres 2024. Kepala Negara juga menyarankan agar PBB menyiapkan jalan agar Yusril bisa resmi berlaga di Pilpres 2019. Pemilihan Presiden 2024.

Menurut Jokowi, kendaraan yang bisa digunakan untuk mencalonkan diri sebagai capres adalah berkoalisi dengan partai lain yang memiliki kursi legislatif pada Pemilu Legislatif atau Pileg 2024. Jika ingin menjadi capres, Yusril harus didukung oleh di sekurang-kurangnya 20% dari jumlah kursi legislatif.

“Saya mendukung kalau Prof Yusril tahun 2024 akan dicalonkan sebagai Presiden atau Wakil Presiden. Ini serius. Begitu saya dapat kendaraan, saya dukung,” kata Presiden Jokowi saat membuka Rakornas dan Persatuan. Musyawarah Dewan Partai Bangsa, Rabu (11/1).

Presiden Jokowi mendukung pencalonan itu setidaknya karena dua alasan. Pertama, komitmen PBB untuk menjaga persatuan nasional. Jokowi menampilkan PBB identik dengan partai Islam, namun kader PBB berjiwa nasionalis.

Contoh yang dipilih Presiden Widodo adalah terpilihnya Ketua Badan Pelaksana Cabang PBB atau DPC di Papua dan Nusa Tenggara Timur yang beragama Kristen. Selain itu, Jokowi menilai Ketua DPC PBB di Bali beragama Hindu.

“Terima kasih, Islam dan Indonesia sudah menjadi nafas PBB di partai tersebut,” kata Jokowi.

Alasan kedua, menurut Jokowi, adalah dukungan PBB selama kampanyenya menjadi Wali Kota Solo dan Presiden RI.

“Jadi, kalau saya mendukung secara bergiliran tidak ada salahnya,” ujar Presiden Widodo.

Menanggapi dukungan Jokowi, Sekjen PBB Afriansyah Noor mengemukakan target PBB pada pemilihan umum atau pemilu 2024 adalah menjadikan Yusril sebagai Wakil Presiden periode 2024-2029. Afriansyah mengatakan, usulan tersebut akan benar-benar menjadi target PBB jika mendapat persetujuan Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Yusril pernah menjadi calon presiden pada pemilu 1999. Namun, Yusril memilih mengundurkan diri atas nama kepentingan negara.

“Karena King Maker sekarang adalah Presiden Jokowi. Kita sudah menunggu hampir 23 tahun, dan insyaallah 2024 paling tidak Ketua Umum kita akan menjadi Wakil Presiden RI selama Pak Jokowi mendapat restu,” kata Afriansyah.

PBB nyaris tidak berhasil menjadi peserta pemilu

Di sisi lain, Yusril bersyukur PBB lolos verifikasi KPU atau KPU dan resmi menjadi peserta pemilu 2024. Namun, Yusril menyebut PBB nyaris gagal lolos ke pemilu. pemilihan keempat.

Menurutnya, KPU hampir tidak meloloskan PBB sebagai peserta Pemilu 2024 karena tidak ada pengurus PBB di Kabupaten Manokwari Selatan. Berdasarkan hasil tersebut, KPU nyaris menyatakan PBB tidak berhak mengikuti pemilu 2024.

Yusril menilai verfax di Kabupaten Manokwari Selatan salah karena tidak ada petugas KPU yang melakukan verfax di kabupaten tersebut. “Apakah karena Manokwari Selatan semua PBB tidak ikut pemilu 2024?” ujar Yusril.

Ia yakin semua parpol di negeri ini tidak akan lolos Verfak yang dilakukan KPU. Pasalnya, KPU mensyaratkan sebuah partai memiliki minimal 1.000 anggota di setiap kabupaten/kota.

Selain itu, Yusril menyebutkan ada beberapa kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sekitar 12.000 jiwa. Sementara itu, jumlah parpol yang mendaftar untuk mengikuti pemilu 2024 mencapai 40 unit.

“Aturan yang kita buat memang aneh, tapi itulah yang terjadi. Jadi, harus banyak pembenahan dalam penyelenggaraan negara kita,” ujar Yusril.

Reporter: Andi M. Arief

Similar Posts