liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Jokowi Targetkan Prevalensi Stunting 14%, Kemenkes Siapkan Intervensi

Jokowi Targetkan Prevalensi Stunting 14%, Kemenkes Siapkan Intervensi

1 minute, 59 seconds Read

Kementerian Kesehatan mencanangkan bahwa hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 akan membaik pada tahun 2022. Hal ini ditandai dengan penurunan prevalensi stunting dari 24,4% pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022. Meskipun mengalami penurunan, Presiden Joko Widodo mengatakan harus ada upaya yang gigih untuk menurunkan prevalensi stunting secara lebih drastis.

“Target yang saya sampaikan 14% pada 2024. Ini harus kita capai. Saya yakin dengan kekuatan kita bersama, semuanya bisa bergerak,” kata Presiden Joko Widodo, Rabu (25/1).

Menurut Jokowi, stunting tidak hanya soal tinggi badan anak. Hal yang harus diwaspadai menurut Presiden adalah bahaya stunting yang menurunkan kemampuan belajar anak, keterbelakangan mental, dan munculnya penyakit kronis.

Kelapa Negara meminta seluruh infrastruktur dan institusi yang ada mengambil langkah konkrit untuk mengatasi masalah stunting. Ia yakin masalah stunting bisa diatasi dengan menyediakan lingkungan yang lebih baik, mulai dari masalah air bersih, sanitasi, dan perumahan sehat.

“Jadi target 14% itu bukan target yang sulit, kita mau atau tidak mau saja. Asal bisa kita satukan semuanya dan jangan sampai salah memberikan nutrisi,” kata Jokowi lagi.

Hasil SSGI merupakan salah satu cara untuk mengukur target stunting di Indonesia. Sebelumnya SSGI diukur setiap 3 sampai 5 tahun. Menkes mengatakan mulai tahun 2021 SSGI akan dilakukan setiap tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penurunan angka stunting yang terjadi di masa pandemi merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Budi berharap dalam keadaan normal penurunan angka stunting dapat lebih ditingkatkan sehingga target penurunan stunting sebesar 14% pada tahun 2024 dapat tercapai. Budi mengatakan, secara keseluruhan penurunan angka stunting paling signifikan terjadi di Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara, dan Banten.

“Metode survei semacam ini sudah kami lakukan selama 3 tahun, bekerja sama dengan FKM UI. Kedepannya akan kami tingkatkan melalui name by address,” kata Budi.

Menurut Budi, penurunan prevalensi stunting hingga 14% dapat dilakukan secara bertahap. Meski begitu, dia memastikan metode pengukuran akan dilakukan dengan cara yang sama. Budi mengatakan, untuk mencapai target penurunan tersebut perlu mencapai 3,8%. Metode tersebut akan dikoordinasikan oleh BKKBN dan bekerja sama dengan kementerian dan lembaga lain.

Lebih lanjut, Budi mengatakan Kementerian akan terus melakukan intervensi khusus. Dua cara yang mendesak dilakukan adalah intervensi gizi pada ibu sebelum dan selama kehamilan, serta intervensi pada anak usia 6 hingga 2 tahun.

Sementara itu, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo mengatakan akan terus meningkatkan konsolidasi untuk menurunkan prevalensi stunting sebagaimana tertuang dalam Perpres nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting. Ada lima pilar penanggulangan stunting yaitu komitmen, pencegahan stunting, konsentrasi, penyiapan makanan yang baik, dan melakukan inovasi terobosan dan data yang baik.

Similar Posts