liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Menakar Tuah Follower Ridwan Kamil dan Bidik Moncer Partai Golkar

Ridwan Kamil Gabung Golkar, Jadi Cawapres atau Maju Lagi di Jabar?

1 minute, 0 seconds Read

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, keputusannya bergabung dengan Golkar adalah untuk meningkatkan perolehan suara Partai Beringin pada 2024. Ia tidak memikirkan langkah politiknya secara pribadi.

Sebelumnya, politikus Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut partainya berpotensi mencalonkan mantan Wali Kota Bandung itu di Pilkada Jabar. Namun, Ridwan belum akan mengambil keputusan untuk saat ini.

“Jawa Barat bagus, survei DKI bagus, apapun yang diarahkan sesuai kondisi pasti akan diperhatikan potensinya,” ujarnya di Bandung, Jumat (20/1) dikutip dari Antara.

Fokusnya kini adalah memenangkan Partai Golkar pada pemilu 2024. Ia berharap perolehan suara partai besutan Airlangga Hartarto itu bisa meningkat, baik di Jawa Barat maupun di tingkat nasional.

“Saya bawa rombongan tidak hanya di Jawa Barat saja,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini juga akan berusaha membuat generasi muda melek politik. Ia menganggap politik sebagai hal yang mulia.

“Untuk mengkoreksi sesuatu yang menurut kita kurang baik dengan hasil,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jabar Ace Hasan Syadzily mengatakan Ridwan Kamil berpeluang kembali menjadi Gubernur Jabar. Meski begitu, Ridwan mengatakan akan sujud dan mengenali dirinya sendiri.

Ace mengatakan mengenal diri sendiri bukan berarti merasa tidak kompeten sebagai calon Wakil Presiden atau jabatan lainnya. “Ini bukan soal kapasitas, ini soal kebijakan partai,” ujarnya di Jakarta, Kamis (19/1).

Similar Posts