liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Tingkat Polusi Udara di Jakarta Masih Tinggi Meski Trennya Turun

Tingkat Polusi Udara di Jakarta Masih Tinggi Meski Trennya Turun

1 minute, 15 seconds Read

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan telah terjadi penurunan sebaran partikel pencemar udara berbahaya yang berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron atau PM2.5 penyebab pencemaran udara dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Yusiono Supalal mengatakan, rata-rata konsentrasi PM2.5 pada tahun 2022 berada pada Nilai Ambang Batas (THB) sebesar 37,33 µgram/m3 atau termasuk dalam kategori sedang. Angka tersebut jauh di bawah NAB kategori baik sebesar 0-15,5 µgram/m3.

Hasil pengukuran diperoleh dari lima Stasiun Pengukuran Kualitas Udara (SPKU) yang terletak di Kecamatan Kelapa Gading, Jagakarsa, Kebon Jeruk, Cipayung dan Menteng. Toleransi NAB untuk konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada pada angka paling ketat yaitu 65 µgram/m3.

NAB PM2.5 di wilayah Jakarta pada tahun 2022 sedikit lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 39,18 pada tahun 2021. Skor ini lebih tinggi pada tahun 2020 dengan NAB sebesar 39,50 dan pernah mencapai 48,27 pada tahun 2019.

“Biasanya puncak terjadi pada musim panas. Siklus tahunan kondisi kering, lalu sirkulasi udara dan debu menambah polusi udara. Di mana-mana, tidak hanya di Jakarta,” kata Yusiono dalam diskusi daring bertajuk “Menjaga Kebijakan Udara Bersih Jakarta” pada Rabu (25/2). /2019). 1).

Melalui hasil inventarisasi emisi pencemaran udara yang dikeluarkan oleh Badan Lingkungan Hidup DKI Jakarta, diketahui bahwa sumber pencemaran udara di Jakarta mayoritas berasal dari sektor transportasi atau kendaraan untuk Nitrogen Oksida (Nox), Karbon Monoksida (CO), Polutan PM2.5 dan PM10. “Ini harus dikontrol,” kata Yusiono.

Menurut laporan harian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu, 25 Januari 2023. PM2.5 NAB di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat memiliki skor rata-rata sedang dengan puncak 33,20 µgram/m3 pada pukul 12.00.

Similar Posts