liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Vape Sama Berbahaya dengan Rokok, Sebabkan Kanker hingga Infertilitas

Vape Sama Berbahaya dengan Rokok, Sebabkan Kanker hingga Infertilitas

1 minute, 9 seconds Read

Ikatan Dokter Indonesia atau IDI meluruskan kesalahpahaman tentang penggunaan rokok elektrik atau vaping. Bahaya vaping setara dengan rokok konvensional yang juga menyebabkan kecanduan.

Pulmonolog dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Erlina Burhan mengatakan, rokok elektrik menggunakan alat untuk menghindari proses pembakaran daun tembakau. Sebaliknya, rokok elektrik menggunakan cairan atau uap yang dihirup perokok ke dalam paru-parunya.

Berdasarkan data IDI, pengguna rokok elektrik di Indonesia telah mencapai 2,2 juta pada Juli 2022. “Data tersebut kemungkinan akan bertambah saat ini,” ujarnya dalam jumpa pers virtual, Sabtu (4/1).

Erline mengatakan rokok elektrik mengandung zat berbahaya seperti nikotin, logam, dan aldehida. Kandungan zat berbahaya pada rokok elektrik memang lebih rendah. Inilah yang membingungkan banyak orang.

“Karena lebih rendah, orang mengkonsumsi lebih banyak. Bahkan dengan menghirup 30 kali rokok elektrik bisa mencapai kadar nikotin 1 mg yang sama dengan yang diberikan oleh rokok konvensional,” katanya.

Oleh karena itu, rokok elektrik juga bisa berbahaya dan menyebabkan gangguan pernafasan, kanker, menurunkan kesuburan atau kemandulan.

Apakah Perokok Pasif Lebih Aman?

Katanya, rokok elektrik juga bisa menyebabkan kecanduan. Awalnya, rokok elektrik diciptakan untuk peralihan antara seseorang yang berhenti merokok.

“Namun yang sering terjadi adalah masyarakat kecanduan keduanya, baik vaping maupun rokok biasa,” ujarnya.

Erline juga membantah klaim produsen vape yang menyatakan rokok elektrik lebih aman dari rokok biasa karena tidak mengeluarkan asap. Menurutnya, rokok elektrik masih mengeluarkan uap. Uap ini berbahaya bagi perokok pasif.

“Rokok elektrik belum bisa dikatakan aman. Disarankan tidak digunakan sampai terbukti aman,” ujarnya.

Similar Posts