liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Viral Video Scamming Village di Desa Wisata Sade, Sandiaga Bakal Perkuat Pelaku Parekraf Kuasai Bahasa Inggris

Viral Video Scamming Village di Desa Wisata Sade, Sandiaga Bakal Perkuat Pelaku Parekraf Kuasai Bahasa Inggris

1 minute, 39 seconds Read

JAKARTA, selebritis.id – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya akan terus memperkuat pelatihan dan pendampingan bagi para penggiat pariwisata dan ekonomi kreatif.

Demikian kata Mensesneg Sandiaga Uno terkait video viral turis asing yang menyebut Desa Wisata Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), desa penipu. Seorang turis bernama Davud Akhundzada mengaku ditipu di Desa Adat Sade.

Menurutnya, pelatihan dan pendampingan ini khusus diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata dan kreatif di desa wisata guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan.

“Kami yakin Kampung Pelancongan Sade merupakan desa yang indah, dengan kekuatan budaya dan ekonomi kreatif serta masyarakatnya. Kami akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan termasuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris masyarakat,” ujar Menteri Pertanahan dan Infrastruktur Sandiaga dalam acara “ Pengarahan Mingguan Bersama Sandi Uno”, secara hybrid dari Gedung Sapta Pesona, Jakarta pada Senin (19/12/2022).

Mengenai persepsi yang disampaikan oleh wisatawan mancanegara di media sosial tentang Desa Wisata Sade adalah kesan dan komunikasi yang salah.

Karena itu, Menpar Sandiaga mengapresiasi langkah cepat masyarakat Desa Wisata Sade termasuk anggota tim KEK Monev Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Taufan Rahmadi yang lebih memperhatikan persoalan ini.

“Dulu yang terjadi adalah kesan yang salah karena kedua belah pihak tidak berkomunikasi dengan baik dan lancar sehingga terjadi perbedaan pendapat tentang Desa Wisata Sade yang dipandang tidak memperlakukan wisatawan dengan baik,” ujar Sandiaga.

Oleh karena itu, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi orang-orang di dalamnya.

“Bantuan juga akan melibatkan Poltekpar Lombok. Selain Bahasa Inggris, juga akan ada pendampingan produk eco-craft agar ada standarisasi kualitas dan harga dengan batasan harga yang wajar dan sesuai untuk produk eco-craft wilayah Lombok Tengah. ,” kata Sandiaga.

Ketua Desa Wisata Sade Pokdarwis, Sanah mengatakan, apa yang dilihat turis asing di media sosial tidak benar. Warga Desa Wisata Sade sudah lama terbuka untuk wisatawan dan selalu berusaha menjadi tuan rumah yang baik.

“Kami sudah mengidentifikasi apa kelemahan kami dan insya Allah kami sudah mulai membenahi diri menjadi lebih baik lagi,” kata Sanah.

Editor: Hadits Abdillah

Similar Posts